Kamis, 31 Mei 2018

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Pertumbuhan Penduduk

A. Pengertian Penduduk

Dalam arti sederhana, penduduk adalah sekelompok orang yang tinggal atau menempati suatu wilayah tertentu.

Kemudian pengertian penduduk secara umum adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis suatu negara selama jangka waktu tertentu serta sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh peraturan negara.

pengertian penduduk
telegraph.co.uk

Di Indonesia sendiri, seseorang atau kelompok bisa dikatakan penduduk jika sudah tinggal atau menetap di wilayah Indonesia selama kurang lebih enam bulan dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi memiliki tujuan untuk menetap.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
1. Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran merupakan faktor alami. Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah.
2. Kematian (Mortalitas)
Kematian merupakan faktor alami. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
3. Perpindahan (Migrasi)
Migrasi merupakan faktor non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Macam-macam pertumbuhan penduduk
1. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian.
2. Pertumbuhan Penduduk Migrasi
Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar.
3. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
Dampak Pertumbuhan Penduduk:
  1. Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
  2. Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
  3. Angka pengangguran meningkat.
  4. Angka kesehatan masyarakat menurun.
  5. Angka kemiskinan meningkat.
  6. Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
  7. Ketersediaan pangan sulit.
  8. Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
  9. Angka kecukupan gizi memburuk.
  10. Muncul wanah penyakit baru
B. Migrasi
Migrasi adalah adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.
Macam – Macam Migrasi:


1. Migrasi Internasional adalah  perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :

– Imigrasi: Masuknya penduduk ke suatu negara
– Emigrasi: Keluarnya penduduk ke negara lain
– Remigrasi: Kembalinya Penduduk ke negara

2. Migrasi Nasional adalah perpindahan penduduk di dalam satu negara. Dibagi menjadi empat , yaitu:
– Urbanisasi: Perpindahan penduduk Dari Desa ke Kota
– Transmigrasi: Perpindahan penduduk Dari Pulau ke Pulau
– Ruralisasi: Perpindahan penduduk Dari Kota ke Desa
– Evakuasi: Perpindahan penduduk Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman, biasanya terjadi kerena bencana alam, peperangan, dll.

Faktor- faktor Penyebab Migrasi

Perpindahan penduduk merupakan langskah yang besar. Selain harus menyiapkan perjalanan panjang, penduduk yang pindah juga harus repot- repot mengeluarkan biaya, menyiapkan tempat tinggal yang baru, mengangkut barang- barang lama, hingga mengurusi segala administrasi yang ada di lingkungan baru. Karena sangat repot inilah maka orang- orang yang melakukan migrasi tidak sembarangan. Maksudnya, orang- orang yang melakukan migrasi merupakan orang- orang yang mempunyai tujuan tertentu. Tanpa adanya tujuan tertentu, maka orang- orang tidak akan repot- repot melakukan migrasi. Setidaknya ada beberapa tujuan mengapa orang- orang melakukan migrasi. Tujuan- tujuan inilah yang menjadi penyebab dilakukannya migrasi. Beberapa penyebab terjadinya migrasi adalah sebagai berikut:

  1. Kurangnya lapangan pekerjaan
Salah satu penyebab atau pendorong terjadinya migrasi adalah alasan sedikitnya lapanagn pekerjaan yang ada di daerah asal. Semua orang bisa memenuhi kebutuhan hidup hanya jika mereka bekerja. Bekerja untuk mendapatkan uang dan bisa dibelanjakan kebutuhan sehari- hari. apabila di daerahnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan, lalu bagaimana seseorang bisa bekerja. Apabila di daerahnya menag tidak ada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya dan jika berwirausaha pun dirasa tidak cocok, maka seseorang akan melakukan migrasi. Migrasi ini tentu saja akan mencari tempat yang kiranya banyak tedapat lowongan kerja yang sesuai, atau mampu menjadi tempat starategis untuk menjalankan suatu usaha. Tak heran maka penduduk di Jawa banyak sekali yang migrasi ke luar jawa, hal ini karena luar Jawa belum mempunyai banyak pesaing, jadi jika seseorang membuka usaha di luar Jawa, dia akan mendapatkan untung yang lebih besar.
  1. Kepadatan penduduk
Alasan lainnya seseorang melakukan migrasi adalah karena adanya kepadatan penduduk yang terlalu padat di daerah asal. Kepadatan penduduk ini menyebabkan sesorang hidup kurang nyaman, banyak persaingan sehingga sebagian akan sulit mendapatkan pekerjaan. Karena sulit mendapatkan pekerjaan, maka banyak orang yang akan melakukan berbagai macam tindak kriminal. Selain itu masih banyak pula hal- hal yang dapat terjadi karena kepadatan penduduk yang berlebihan. Karena kelebihan penduduk inilah beberapa orang memutuskan untuk pindah ke daerah yang tidak terlalu padat. Selain akan mendapatkan suasana hidup yang baru, hal semacam ini juga sangat baik untuk mendukung program pemerataan penduduk.
  1. Sumber daya alam yang kurang
Sebagian penduduk yang berpindah ke tempat lain dikarenakan sumber daya alam yang kurang memadai. Misalnya saja di suatu tempat keadaan tanahnya gersang sehingga ketika ditanami tumbuhan maka tidak mudah tumbuh subur, atau karena keadaan tanah dan udaranya suatu tempat hanya mempunyai sumber daya alam yang sangat sedikit. hal ini akan menyulitkan apabila digunakan oleh sejumlah banyak orang. Beberapa orang mungkin tidak akan kebagian apabila jumlah sumber daya alam telah habis. Maka dari itulah daripada harus hidup dalam keterbatasan, seseorang mungkin akan lebih memilih pindah ke tempat lain yang memiliki sumber daya alam yang jumlahnya lebih banyak. Dengan demikian kebutuhan akan sumber daya alam tersebut menjadi terpenuhi.
  1. Keinginan memperbaiki taraf hidup
Sebagaian besar atau pada umunya alasan mengapa seseorang lebih memilih pindah tempat tinggal di daerah lain adalah karena alasan ekonomi. Salah satunya adalah keinginan untuk memperbaiki taraf hidup menjadi lebih baik. Hal ini biasanya dirasakan oleh warga desa, dimana ia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sudah melamar namun tidak diterima karena persaingan yang ketat, namun lapangan kerjanya sedikit. karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan di desa, maka orang tersebut akan merantau ke kota dengan harapan segera memperoleh pekerjaan. Hal ini bukan hanya pendapat saja, namun fakta. Di Indonesia sendiri, fenomena seperti ini terjadi setiap tahun. Banyak orang dari desa akan pergi ke kota dengan tujuan mencari pekerjaan. Pada awalnya merantau, namun lama kelamaan ia akan mengajak keluarganya dan kemudian mencari tempat tinggal untuk menetap di kota dimana ia bekerja.
  1. Melanjutkan pendidikan
Tujuan lainnya adalah di bidang pendidikan. Keinginan untuk mendapatkan pendidikan bagus dan jenjang yang lebih tinggi membuat seseorang melakukan migrasi. Misalnya di luar Jawa fasilitas pendidikan belum lengkap, dan seseorang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Kebetulan jurusan yang diinginkan hanya ada di universitas di Jawa, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan melakukan migrasi. Perpindahan penduduk yang termasuk migrasi, mempunyai minimal waktu sesingkat- singkatnya adalah enam bulan. Jadi, apabila seseorang pindah selama dia dalam proses pendidikan (artinya beberapa tahun) dan setelah lulus akan kembali lagi ke daerah asalnya, selama dia menetapnya lebih dari enam bulan, maka bisa dikatakan sebagai migrasi.
  1. Perbedaan pendapat dan politik
Ada pula beberapa penyebab masyarakat dalam melakukan migrasi karena hal yang negatif. Misalnya adalah karena seseorang memiliki perbedaan pendapat dengan orang lain atau sebagian besar masyarakat, seperti karena masalah politik, perbedaan partai yang diusung, calon presiden yaang didukung, atau yang lainnya yang menyebabkan masalah mengular dan tak kunjung selesai. Hal ini tentu akan menjadikan orang tersebut tertekan sehingga lebih memilih untuk meninggalkan daerah asal menuju ke daerah lainnya yang mana dia tidak akan merasa terancam. Atau daerah yang mempunyai pendapat yang sama dengannya. Meskipun sedikit berlebihan, namun hal seperti ini terkadang memang kita temui di negara kita.
  1. Hubungan sosial yang tidak baik
Masih karena hal yang tidak baik, seseorang bisa memutuskan untuk pindah ke tempat lain karena di tempat tinggalnya ia merasa mendapatkan ancaman atau tekanan sehingga membuat hidupnya tidak nyaman dan tidak tenang. Memang benar setiap masalah harus diselesaikan, namun apabila seseorang merasa tidak bisa menyelesaikan, terkadang ia lebih memilih untuk  pergi dari tempat itu dan pindah ke tempat yang lainnya. Hal ini demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
  1. Alasan agama
Ada juga beberapa orang yang memilih pindah tempat tinggal dikarenakan urusan agama. Misalnya ditempat tinggalnya hak untuk memeluk keyakinan yang diinginkan kurang kuat, atau masyarakatnya terlalu fanatik sehingga tidak tenteram apabila seseorang itu tinggal di tempat tersebut. Hal semacam ini tampaknya sekarang lebih sering terjadi. Banyak bagian- bagian dari suatu agama yang melahirkan paham baru. Ketika seseorang ingin mengikuti paham tersebut, maka maksyarakat tidak mendukungnya, akibatnya sering terjadi pertengkaran. Nah untuk menghindari pertengkaran itu seseorang akan lebih baik berpindah ke tampat lain. Ada pula yang sengaja melakuakan migrasi ke tempat lain untuk tinggal dengan komunitas agama yang dianutnya, meskipun di tempat yang lama dia tidak mendapat masalah.
  1. Keadaan geografis yang tidak cocok
Keadaan geografis atau lingkungan yang kurang cocok juga menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan migrasi. Misalnya saja seseorang mempunyai penyakit asma yang akan kambuh apabila dia berada di udara yang dingin. Dan orang itu tinggal di lingkungan pegunungan yang udara paginya sangat dingin. Nah, kemungkinan orang tersebut tiap pagi akan menderita asma bisa saja terjadi. Dengan demikian, orang tersebut mungkin akan berfikir untuk pindah ditempat lain, dimana udara di sekitarnya tidak terlalu dingin. Selain itu, wilayah yang dikepung oleh hutan dengan jalan akses yang sulit juga akan memaksa sesorang untuk berfikir pindah ke tempat lain. Atau contoh yang lainnya.
  1. Pemerataan penduduk
Migrasi tak selamanya berasal dari keinginan penduduk. Adakalanya seseorang melakukan migrasi karena menjalankan program dari pemerintah. Misalnya pemerintah ingin memeratakan jumlah penduduk agar tidak terpusat di pulau Jawa. Untuk mencapai tujuan ini maka pemerintah harus mengambil penduduk dari pulau Jawa untuk dibawa ke luar Jawa. Hal ini bisa terealisasi apabila banyak warga masyarakat dari Pulau Jawa bersedia dipindahkan ke luar Jawa.
Nah, itulah beberapa tujuan orang melakukan migrasi, sekaligus menjadi faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi. Faktor- faktor tersebut beberapa karena harapan akan datangnya hal yang lebih baik, atau dikarenakan pengalaman yang kurang baik di tempat asalnya.
Dampak Migrasi Penduduk
Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan. Berikut adalah dampak dari Imigrasi:
  1. Dampak Positif dan Negatif Migrasi Internasional antara lain:
             Dampak Positif Imigrasi:
– Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
– Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
– Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
– Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
            Dampak Negatif Imigrasi
– Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
– Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
            Dampak Positif Emigrasi
– Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
– Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya
– Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
            Dampak Negatif Emigrasi
– Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
– Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
2. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
           Dampak Positif Transmigrasi
– Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
– Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
– Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
– Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa
 sawit, karet, coklat dan lain-lain
– Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
           Dampak Negatif Transmigrasi
– Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran.
– Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya.
           Dampak Positif Urbanisasi
– Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
– Mengurangi jumlah pengangguran di desa
– Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
– Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
– Perekonomian di kota semakin berkembang
           Dampak Negatif Urbanisasi
– Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
– Produktivitas pertanian di desa menurun
– Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
– Meningkatnya pengangguran di kota
– Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
– Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
  • Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
  • Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.

Ciri – ciri zaman batu muda :

1.  Mulai menetap dan membuat rumah

2.  Membentuk kelompok masyarakat desa
3.  Bertani
4.  Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
  • Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
  • Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kebudayaan Barat
Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Kebudayaan Barat takbisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian barat kita, melainkan sebuah istilah yang berawal dari kawasan eropa barat.
contoh kasus:
Negara Indonesia tersohor dengan budayanya yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, terutama dalam hal berpakaian. Hal tersebut tercermin dari para leluhur bangsa Indonesia pada zaman dahulu, terutama kaum wanitanya yang mempunyai ciri khas berpakaian sederhana dan sopan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, di era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai tersebut seolah-olah mulai memudar. Banyak remaja dan tak sedikit pula orang dewasa yang cara berpakaiannya mengikuti kebudayaan barat, pakaian yang mempertontonkan aurat yang sangat tidak mencerminkan kebudayaan asli Indonesia. Saya sebagai salah satu remaja Indonesia yang menyaksikan dan mengalami langsung dampak dari kabudayaan barat ini tidak menepis kemungkinan untuk terkena dampaknya. Tetapi semua itu harus di imbangi dengan pengendalian diri dan memperkuat iman dan taqwa kepada Tuhan YME, agar tidak terjerumus lebih jauh kedalam kebudayaan barat yang sedang melanda Negara Indonesia.

Sumber :

https://ekspektasia.com/pengertian-penduduk/
https://annisazainal.wordpress.com/tag/pengertian-pertumbuhan-penduduk/

https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/migrasi
https://nathaniaseptavy.wordpress.com/tag/pertumbuhan-dan-perkembangan-kebudayaan-di-indonesia/

Sabtu, 06 Januari 2018

Penyebab Kegagalan Mahasiswa dalam Perkuliahan

Penyebab Kegagalan Mahasiswa Meraih gelar Sarjana

Penyebab kegagalan mahasiswa meraih gelar sarjana dipengaruhi karena banyak faktor. Namun faktor utamanya tentunya berasal dari dalam mahasiswa itu sendiri. Bagaimana seorang mahasiwa tidak mampu untuk menjaga fokus dan tetap berjalan menuju target yang ingin dicapainya dari awal. Setiadaknya ada 9 penyebab kegagalan mahasiswa.

1. Menyalahgunakan Arti Kebebasan

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Pergaulan Bebas
Memasuki dunia kampus menyebabkan kontrol orang tua mulai berkurang. Apalagi mahasiswa yang tidak tinggal lagi bersama orang tua. Kebebasan penuh tentunya mulai dinikmati.
Tidak ada lagi orang tua yang membangunkan pada pagi hari layaknya waktu SMA. Masuk kuliah atau tidak sepnuhnya diputuskan sendiri. Bergaul dengan siapapun sudah menjadi pilihannya. Akibatnya adalah banyak mahasiswa yang salah dalam memilih pergaulan.
Terjebak pada pergaulan yang salah membawa dampak buruk. Mulai penyalahgunaan penggunaan obat terlarang, hamil diluar nikah, dan dampak pergaulan negatif lainnya. Semua itu membuatnya lupa akan tujuan awalnya kuliah.

2. Gensi Yang Terlalu Tinggi

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Gensi
Gensi menjadi penyebab kegagalan di beberapa lini kehidupan, salah satunya kehidupan mahasiswa. Masuk ke dunia kampus mengenal orang dari berbagai karakter, bergaul dengan orang baru dikenal dari berbagai suku, asal daerah, dan juga tingkat perekonomian keluarga. Banyak mahasiswa yang berusaha mempertahankan gensi agar tidak dianggap miskin, kurang gaul dan lain sebagainya.
Berusaha menutupi kekurangan dengan memaksakan keadaan. Ingin mendapatkan barang mewah, barang baru, mulai dari gadget, sepatu, tas, pakaian, dan lain sebagainya. Sementara semua kebutuhan tersebut masih dibiayai orang tua. Jika semua kebutuhan tersebut sudah tidak bisa lagi dibiayai orang tua maka salah satu jalan yang dipilih adalah mengorbankan biaya kuliah.
Akhirnya bisa berdampak pada penunggakan pembayaran SPP, uang praktek, uang ujian dan lain sebagainya. Pada akhirnya tidak dapat mengikuti ujian ataupun mengikuti semester berikutnya.

3. Larut Dalam Aktivitas Organisasi

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Organisasi
Organisasi pada dasarnya bertujuan untuk mendukung prestasi akademik. Melalui organisasi karakter ditempa. Namun ternyata banyak mahasiswa yang malah terjebak pada aktivitas organisasi. lebih memilih untuk aktif di organisasi daripada mengikuti perkuliahan.
Dengan alasan mencari jati diri yang sesungguhnya. Meningkatkan pencapaian karir di organisasi sampai lupa pada tujuan awal, kuliah. Padahal dengan adanya organisasi seharusnya mampu membuatnya tampil lebih baik lagi.

4. Lebih Memilih Menekuni Hobi

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Hobi
Banyak juga mahasiswa yang baru merasakan indahnya menjalani hobi pada saat kuliah. Bertemu dengan teman baru yang memiliki hobi yang sama. Bergabung dengan komunitas, mengikuti berbagai kegiatan.
Menekuni hobi memiliki pengaruh yang hampir sama dengan organisasi. Meski tidak upaya pencapaian karir. Namun dengan menjalani hobi seseorang merasa menemukan hidup yang sesungguhnya. Namun ternyata ada tanggung jawab yang terlupakan yaitu harapan orang tua yang ingin melihatnya mendapatkan gelar sarjana.

5. Terbuai Dengan Penghasilan Sendiri

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Penghasilan
Memilih bekerja sambil kuliah sebenarnya tidak salah. Selain dapat membantu meringankan beban orang tua juga dapat melatih diri dalam menghadapi dunia kerja. Namun jangan sampai ketika sudah mampu memiliki penghasilan sendiri kuliah malah terabaikan.
Seharusnya pekerjaan menjadi alat untuk memudahkan berbagai urusan keuangan di kampus. Jadi, tidak harus menjadi penghalang. Ketika beban kerja mulai mengganggu aktivitas belajar seharusnya itu ditinggalkan terlebih dahulu.

6. Aksi Anarkisme

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Anarkisme
Kehidupan mahasiswa dan tindakan anarkisme hampir tidak bisa dipisahkan. Berita di media selalu saja mempertontonkan aksi anarkisme mahasiswa. Mulai dari demonstrasi yang berujung kerusuhan sampai tawuran antar kelompok mahasiswa.
Sudah seharusnya arah berpikir keliru tersebut dihentikan. Anarkisme yang diawali dengan emosi sesaat itu sudah tidak layak lagi dipertontonkan. Karena seharusnya mahasiswa tampil dengan kreatifitasnya. Menjadi contoh bahwa kaum intelektual memang layak menjadi agen perubahan.

7. Malas Bimbingan

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Malas Bimbingan
Ini adalah salah satu penyakit mahasiswa yang dapat merusak kuliah. Malas bimbingan dengan dosen penasehat akademik. Pada sudah seharusnya mahasiswa melakukan konsultasi dengan penasehat akademik karena beliau adalah orang yang ditunjuk untuk menggantikan orang tua.
Maka dari itu permasalahan apapun yang dihadapi terkait masalah akademik sebaiknya disampaikan kepada penasehat akademik. Beliau adalah orang pertama yang akan membantu sampai bisa meraih gelar sarjana. Namun ketika bimbingan saja malas, apalagi meminta bantuan.

8. Malas Masuk Kuliah

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Malas Kuliah
Sudah menjadi kewajiban mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Namun entah dengan alasan apa seorang mahasiswa bisa malas masuk kuliah. Mulai dari kegiatan titip absen, ijin pada ketua tingkat atau dosen, sampai mahasiswa yang tidak memberi kabar sama sekali.
Sangat beragam yang dilakukan mahasiswa, mulai yang hanya datang ke kampus tapi hanya nongkrong di kantin. Ada yang sibuk main game di game station. Bahkan ada juga yang hanya tertidur di tempat kost karena begadang semalaman. Bahkan orang rajin masuk kuliah saja bisa tidak lulus ujian apalagi yang sudah malas.

9. Salah Pilih Jurusan

Penyebab Kegagalan Mahasiswa
Salah Pilih Jurusan
Kesalahan fatal yang terjadi adalah karena salah memilih jurusan. Karena kesalahan ini banyak mahasiswa yang berhenti di tengah jalan. Memilih untuk melanjutkan ternyata tidak sesuai dengan keinginan. Faktor lain karena peluang mendapatkan pekerjaan pun menjadi pertimbangan.
Lebih parahnya lagi ketika menghadapi masalah ini tidak dikonsultasikan dengan siapapun. Semua diputuskan sendiri secara mendadak. Pengambilan keputusan dilakukan dengan malas masuk kuliah. Jarang berkonsultasi dengan dosen pemangku mata kuliah dan sampai akhirnya tidak lagi ditemukan di ruang kuliah.
Memilih masuk ke perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa berarti siap mengembang tanggung jawab. Apa yang dimulai harus diselesaikan. Bagaimanapun suksesnya seorang mahasiswa di tempat lain seperti organisasi, komunitas hobi, bisnis, dan lain sebagainya. Ketika tidak dapat mempersembahkan toga wisuda kepada orang tuanya, tetaplah gagal.
Ijasah sarjana mungkin memang bukanlah penentu kesuksesan seseorang. Namun ketika tidak membuat orang tua tersenyum bangga dengan datang ke acara wisuda maka apalah arti kesuksesan di tempat lain. Hanya menjadi pengkhianatan terhadap harapan dan doa orang tua.

Source : https://www.kata.co.id/Kuliah/Penyebab-Kegagalan-Mahasiswa/269

Prospek Kerja Lulusan Teknik Industri

Sekilas Mengenai Teknik Industri

Jika bidang teknik yang lain menerapkan keterampilan pada wilayah yang spesifik, misalnya jurusan teknik kimia membahas tentang proses-proses kimia teknik, jurusan teknik arsitektur membahas tentang bangunan, jurusan teknik elektro membahas tentang listrik dan sistem jaringannya, maka jurusan teknik industri memberikan pelakunya untuk bekerja pada banyak bidang yang berbeda.
Jurusan teknik industri seperti menggabungkan berbagai ilmu yang terlibat dalam sebuah proses industri. Aspek paling khas dari teknik industri adalah fleksibilitas yang ditawarkannya, jurusan ini membahas industri secara luas sehingga dapat melibatkan pembahasan bidang keteknikan lainnya, karena itu prospek kerja jurusan teknik ini menjadi sangat luas.
Peran lulusan teknik industri dapat terdiri dari pemotongan jalur sistem, perampingan ruang operasi, pemasaran secara global yang bermuara pada tujuan untuk menghemat modal dan efisiensi sumber daya.
Jurusan teknik industri pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga sub bidang keahlian.

#1 Sistem Manufaktur

Bidang keahlian sistem manufaktur menekankan pada pembahasan tentang perencanaan optimasi sistem produksi dengan penerapan konsep dan metode kuantitatif. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam sistem manufaktur antara lain adalah sistem produksi, perencanaan, dan pengendalian produksi, pemodelan sistem, perancangan tata letak pabrik dan ergonomi.

#2 Manajemen Industri

Bidang keahlian manajemen industri membahas tentang cara menciptakan dan meningkatkan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis dalam usaha untuk menghadapi persaingan dunia yang semakin kompetitif.
Beberapa hal yang dipelajari dalam manajemen industri adalah manajemen keuangan, manajemen kualitas, manajemen inovasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran, manajemen keputusan dan ekonomi teknik.

#3 Sistem Industri dan Tekno Ekonomi

Bidang keahlian sistem industri dan tekno ekonomi membahas tentang peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.
Ilmu yang dipelajari adalah sistem industri dan tekno ekonomi misalnya statistika industri, sistem logistik, logika pemrograman, operational research, dan sistem basis data. 

10 Prospek Kerja Teknik Industri yang Wajib Anda Ketahui

Berbagai ilmu yang didapatkan seorang mahasiswa jurusan teknik industri menjadikan lulusan jurusan ini memiliki prospek lapangan kerja yang relatif luas. Banyak sekali perusahaan yang membutuhkan lulusan teknik industri, dari industri kecil hingga yang besar, dari industri hulu hingga hilir. Beberapa peran yang dapat diambil seseorang lulusan jurusan teknik industri dalam berbagai perusahaan diantaranya:

#1 Divisi Produksi

Di dalam Divisi Produksi, seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri umumnya dipercaya untuk dapat menangani berbagai hal dalam hal proses produksi suatu pabrik. Hal ini dikarenakan pada saat kuliah seorang seorang mahasiswa jurusan teknik industri mendapatkan pengetahuan di bidang proses produksi seperti mata kuliah Simulasi Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik dan sebagainya.
Berapa Biaya Kuliah Kedokteran Sekarang dan Berapa yang Dibutuhkan untuk Anak Saya 01 - Finansialku

Beberapa contoh posisi dalam Divisi Produksi yang dijabat oleh seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri adalah:
  • Analyst Production yang bertugas mengatur sistem kerja yang efisien dan efektif.
  • Production Head yang bertugas mengatur keseluruhan tim produksi untuk dapat menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi dan efisien

#2 Divisi Engineering

Divisi Engineering adalah suatu divisi yang bertanggung jawab akan kelancaran mesin-mesin produksi untuk dapat beroperasi sesuai dengan kapasitas mesin tersebut. Di divisi ini seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri seringkali dipercaya oleh suatu perusahaan untuk menjabat sebagai Head of Engineering.
Orang tersebut bertanggung jawab untuk:
  • Mengatur tim engineering di dalam setting mesin-mesin produksi agar selalu dalam kondisi terbaiknya
  • Mengatur jadwal maintenance setiap mesin produksi
  • Memastikan setiap part yang diganti dalam suatu mesin produksi adalah part yang tepat dan memiliki kualitas part yang tepat
  • Bertanggung jawab di dalam setiap kualitas barang yang dihasilkan di setiap mesin produksi agar sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya.

#3 Divisi PPIC/Gudang (Warehouse)

Divisi PPIC/Gudang adalah suatu divisi yang bertanggung jawab:
  • Membuat jadwal pemakaian mesin
  • Memastikan kesesuaian kebutuhan bahan baku untuk setiap mesin produksi agarstock bahan baku sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin produksi berdasarkandemand dari bagian marketing
  • Memastikan setiap bahan baku yang datang tepat jumlah dan tepat kualitas sesuai dengan yang dibutuhkan
  • Memastikan proses peletakan setiap mesin produksi sesuai dengan jalur proses produksi, sehingga jalur distribusi barang tidak ada yang berlawanan
  • Memastikan peletakan yang teratur dan mudah diraih untuk setiap bahan baku yang ditaruh di Gudang.

Ingin Melanjutkan Pendidikan S2 ke Eropa. Begini Cara Merencanakan Dananya - Finansialku

Umumnya seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri di dalam Divisi PPIC/Gudang ini dipercaya untuk menjabat sebagai Head of PPIC ataupun Head of Warehouse yang merupakan jabatan krusial di dalam suatu industri manufaktur

#4 Divisi SHE (Safety, Health, and Environment)

Divisi SHE adalah suatu divisi yang bertanggung jawab akan keselamatan dan kesehatan pekerja dan lingkungan tempat suatu industri berdiri. Divisi ini merupakan suatu divisi yang mempunyai tanggung jawab yang sangat besar karena setiap kebijakan dan pekerjaan yang diambil oleh Divisi SHE ini menyangkut akan keselamatan atau jiwa para pekerja di dalam perusahaan.
Umumnya seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya untuk menjabat sebagai seorang Health Safety Environment Engineer yang bertugas untuk menganalisis lokasi dan prosedur kerja atas dampak keselamatan dan kesehatan pekerja.

#5 Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia

Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia atau nama yang lebih umum dikenal adalah bagian Human Resources Development (HRD). Divisi ini bertanggung jawab di dalam mencari calon pekerja yang dibutuhkan oleh setiap divisi di dalam suatu perusahaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan orang yang tepat pada posisi/jabatan yang tepat.
Divisi ini merupakan suatu divisi yang mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, karena divisi ini harus dapat memastikan bahwa setiap calon pekerja yang direkrut adalah orang yang tepat dan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan, di dalam memajukan suatu perusahaan.
Jika Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia ini tidak menganggap serius setiap merekrut calon pekerja, dapat dipastikan perusahaan tersebut tidak akan dapat maju dan dapat berakibat bangkrutnya suatu perusahaan.

#6 Divisi Pemeliharaan (Maintenance)

Divisi Pemeliharaan ini mempunyai pekerjaan yang berkaitan erat dengan DivisiEngineering, karena pada umumnya di suatu perusahaan manufaktur kedua divisi ini selalu bekerja sama di dalam memastikan setiap mesin produksi beroperasi dengan kapasitas terbaiknya. Setiap mesin produksi, walaupun mesin baru, tetap membutuhkan yang namanya pemeliharaan, karena tanpa pemeliharaan, suatu mesin produksi rentan akan kerusakan ataupun hasil cacat pada setiap barang hasil produksi tersebut.
Berapa Biaya Pendidikan di International School dan Kuliah Luar Negeri Ini Ilustrasi dan Contoh Perencanaan Keuangan 01 - Finansialku

Divisi Pemeliharaan ini juga mempunyai posisi yang sangat krusial, karena bagus atau tidaknya setiap barang hasil produksi bergantung kepada kualitas mesin produksi tersebut. Jika Divisi Pemeliharaan ini tidak melakukan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab, dapat dipastikan setiap mesin produksi di dalam perusahaan manufaktur akan mengalami kerusakan yang berakibat pada hasil produksi tidak maksimal.

#7 Divisi Perencanaan Biaya dan Cost Control Engineer

Divisi Perencanaan Biaya dan Cost Control Engineer adalah suatu divisi yang bertanggung jawab di dalam:
  • Membuat kalkulasi biaya, waktu dan tenaga yang diperlukan untuk menjalankan sebuah produksi
  • Memastikan setiap mesin ataupun aset yang akan dibeli oleh perusahaan memiliki jaminan hasil yang menunjang perusahaan dan memberikan profit yang lebih pada perusahaan tersebut.

Umumnya seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya untuk menjabat sebagai seorang Cost Control Engineer. Seorang Cost Control Engineer dengan pengalaman kerja 5 tahun dapat memiliki gaji minimal Rp15.000.000 per bulan.

#8 Divisi Pengendalian Mutu (Quality Control)

Divisi ini adalah suatu divisi yang bertanggung jawab akan setiap kualitas barang yang dihasilkan oleh setiap mesin produksi di dalam industri manufaktur. Divisi ini harus dapat memastikan agar barang yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah diterapkan sebelumnya dan menjaga agar jangan sampai konsumen menerima barang yang tidak sesuai dengan standar kualitas barang yang ditetapkan perusahaan.
Umumnya seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya untuk menjabat sebagai Quality Assurance Head dimana posisi ini harus dapat mengatur setiap bawahannya untuk dapat bekerja dengan efisien dan efektif di dalam menjaga kualitas barang hasil produksi.

#9 Bidang Sistem Informasi

Divisi Sistem Informasi adalah suatu divisi yang saat ini semakin dibutuhkan oleh setiap perusahaan di dunia, baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan non-manufaktur. Karena Sistem Informasi, atau yang lebih dikenal dengan nama IT, sangatlah dibutuhkan di dunia teknologi yang saat ini terus menerus berkembang.
Orangtua Ini Prospek Teknik Informatika, Kisaran Gaji dan Berapa Biaya Kuliah Teknik Informatika 01 - Finansialku

Dengan konsumen yang semakin “melek” teknologi, setiap perusahaan tentunya harus dapat mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan teknologi saat ini. Setiap teknologi pastilah membutuhkan orang IT untuk dapat menjalankan dan men-settingsetiap teknologi agar tepat guna sesuai dengan yang dibutuhkan setiap perusahaan.
Posisi yang umumnya ditempati lulusan Teknik Industri diantaranya adalah IT Supervisor,IT Head, staf/supervisor dalam instalasi sistem informasi, dan bahkan banyak mahasiswa lulusan teknik industri yang berwirausaha di bidang software house atau IT Consultant. Perusahaan teknologi yang membutuhkan lulusan Teknik Industri contohnya: SAP Indonesia, Oracle Telkomsel, Pertamina, P&G dan masih banyak lainnya.

#10 Divisi lainnya (Purchasing, Marketing dan Lain Sebagainya)

Sebenarnya masih sangat banyak divisi lainnya yang membutuhkan mahasiswa lulusan jurusan teknik industri. Hal ini dikarenakan mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya telah memiliki berbagai pengetahuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, tidak hanya pengetahuan di bidang manufaktur, tetapi juga pengetahuan di bidang keuangan, bidang manajemen, dan bidang-bidang lainnya.
Hal inilah yang membuat setiap mahasiswa lulusan jurusan teknik industri mempunyai nilai lebih di mana perusahaan karena tidak hanya dapat menempati 1 jenis posisi tetapi juga dapat menempati berbagai posisi di dalam suatu perusahaan. Contoh divisi lain selain divisi yang telah disebutkan di atas yang membutuhkan mahasiswa lulusan jurusan teknik industri adalah Divisi Sales & Marketing, Divisi Purchasing (Pembelian), Divisi Customer Relationship, Divisi Analyst & Research, Divisi Logistic, dan masih banyak divisi lainnya yang membutuhkan mahasiswa lulusan jurusan teknik industri.

Source : https://www.finansialku.com/prospek-kerja-teknik-industri/